Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Pajak Personal5 menit baca

Cara hitung PPh 21 TER: tarif efektif bulanan sampai Desember

Cara hitung PPh 21 dengan skema TER: tarif efektif kategori A, B, C untuk Januari-November, lalu hitung ulang tarif progresif Pasal 17 di bulan Desember.

Oleh Adit Maulana
Daftar isi

Ringkasan: Sejak Januari 2024, PPh 21 karyawan dipotong dengan skema TER (Tarif Efektif Rata-rata) sesuai PP 58/2023 dan PMK 168/2023. Januari sampai November, potongan dihitung simpel: tarif efektif dikali gaji bruto sebulan. Desember dihitung ulang setahun penuh dengan tarif progresif Pasal 17, dikurangi yang sudah dipotong. Total pajak setahun tidak berubah, hanya cara memotongnya per bulan yang beda.

Kalau kamu pernah kaget lihat potongan pajak di slip gaji Desember beda jauh dari bulan-bulan lain, kemungkinan besar itu efek skema TER. Artikel ini membedah cara kerjanya supaya kamu bisa mengecek sendiri hitungan kantor.

Apa itu TER dalam PPh 21?

TER adalah singkatan dari Tarif Efektif Rata-rata, cara baru memotong PPh 21 bulanan yang berlaku sejak 1 Januari 2024 berdasarkan PP 58/2023 dan aturan pelaksananya PMK 168/2023.

Dulu, tiap bulan HRD harus menyetahunkan gajimu, mengurangi biaya jabatan, iuran pensiun, dan PTKP, baru menerapkan tarif progresif, lalu membaginya lagi per bulan. Ribet dan rawan salah.

Dengan TER, hitungannya jadi satu kali saja:

PPh 21 sebulan = tarif efektif x penghasilan bruto sebulan

Tarif efektifnya sudah "memasukkan" biaya jabatan dan PTKP di dalamnya, jadi tidak ada lagi pengurangan apa pun di hitungan bulanan. Skema ini dipakai untuk masa pajak Januari sampai November. Desember punya perlakuan sendiri yang kita bahas di bawah.

Bagaimana cara menentukan kategori TER A, B, atau C?

Kategori TER ditentukan dari status PTKP kamu (status kawin dan jumlah tanggungan), bukan dari besar gaji. Pembagiannya:

KategoriStatus PTKPCatatan
TER ATK/0, TK/1, K/0PTKP setahun Rp54 juta - Rp58,5 juta
TER BTK/2, TK/3, K/1, K/2PTKP setahun Rp63 juta - Rp67,5 juta
TER CK/3PTKP setahun Rp72 juta

Setiap kategori punya tabel tarif berjenjang sendiri: makin besar penghasilan bruto sebulan, makin tinggi persentasenya. Penghasilan kecil bahkan kena tarif 0 persen. Tabel lengkapnya panjang (puluhan lapisan per kategori), jadi jangan mengandalkan tabel tidak resmi yang beredar di media sosial. Cek langsung lampiran PMK 168/2023 atau kalkulator dan tabel TER resmi di pajak.go.id.

Kalau bingung status PTKP kamu apa, baca dulu penjelasan lengkap PTKP dan cara menentukan tanggungan.

Bagaimana contoh hitungan PPh 21 dengan TER?

Ambil contoh sederhana yang juga dipakai DJP dalam sosialisasinya. Andi, status TK/0 (masuk TER kategori A), gaji bruto Rp10.000.000 per bulan, tidak ada penghasilan lain.

Januari sampai November: berdasarkan tabel TER A, penghasilan bruto Rp10 juta sebulan kena tarif efektif 2 persen.

  • PPh 21 sebulan = 2 persen x Rp10.000.000 = Rp200.000
  • Total dipotong 11 bulan = 11 x Rp200.000 = Rp2.200.000

Desember: kantor menghitung ulang setahun penuh dengan cara lama (tarif Pasal 17):

  • Penghasilan bruto setahun: 12 x Rp10.000.000 = Rp120.000.000
  • Dikurangi biaya jabatan 5 persen (maksimal Rp6.000.000 setahun) = Rp114.000.000
  • Dikurangi PTKP TK/0 Rp54.000.000, sisa penghasilan kena pajak = Rp60.000.000
  • PPh setahun: 5 persen x Rp60.000.000 = Rp3.000.000
  • Potongan Desember = Rp3.000.000 - Rp2.200.000 = Rp800.000

Perhatikan: total setahun tetap Rp3.000.000. TER tidak menambah atau mengurangi pajakmu, hanya mengatur ritme potongannya.

Kenapa potongan Desember bisa lebih besar atau lebih kecil?

Karena TER adalah tarif rata-rata yang digeneralisasi, hasilnya hampir tidak pernah pas persis dengan hitungan tahunan Pasal 17. Desember jadi bulan "penyeimbang":

  • Desember lebih besar kalau total potongan TER Januari-November lebih kecil dari PPh setahun. Ini yang paling sering terjadi, seperti contoh Andi di atas.
  • Desember lebih kecil, bahkan nol kalau potongan TER selama 11 bulan sudah melebihi atau mendekati PPh setahun. Kalau ternyata kelebihan potong, perusahaan wajib mengembalikan kelebihannya ke kamu.

Faktor lain yang bikin Desember "melonjak": kenaikan gaji di tengah tahun, bonus, atau THR. Karena TER dikalikan seluruh bruto bulan itu, bulan yang ada THR-nya otomatis kena tarif efektif lebih tinggi. Detailnya bisa kamu baca di cara kerja pajak THR dan bonus tahunan.

Apa yang perlu kamu cek sebagai karyawan?

Beberapa langkah praktis supaya tidak ada kejutan:

  • Pastikan status PTKP di HRD benar. Baru menikah atau punya anak per 1 Januari? Lapor, karena kategori TER-mu bisa berubah.
  • Cocokkan tarif di slip gaji dengan tabel TER resmi di pajak.go.id sesuai kategorimu.
  • Simpan bukti potong 1721-A1 yang wajib diberikan perusahaan setiap awal tahun. Angka di sana adalah hasil hitungan ulang Desember. Panduan membacanya ada di cara membaca bukti potong 1721-A1.
  • Laporkan di SPT Tahunan. Meskipun pajakmu sudah dipotong kantor, kamu tetap wajib lapor. Lihat perbedaan formulir 1770, 1770 S, dan 1770 SS untuk memilih formulir yang tepat.

Kapan skema TER tidak dipakai?

TER bulanan berlaku untuk pegawai tetap pada masa pajak Januari sampai November. Di luar itu:

  • Masa pajak Desember (atau masa pajak terakhir saat karyawan berhenti di tengah tahun) memakai tarif progresif Pasal 17 atas penghasilan setahun, dikurangi potongan sebelumnya.
  • Bukan pegawai dan tenaga ahli punya skema hitung sendiri sesuai PMK 168/2023.
  • Pegawai tidak tetap memakai TER harian atau tarif tertentu, tergantung cara pembayaran upahnya.

Catatan penting: artikel ini adalah edukasi umum, bukan nasihat perpajakan untuk kasus spesifik. Untuk situasi yang rumit, misalnya pindah kerja di tengah tahun atau punya dua pemberi kerja, konsultasikan ke konsultan pajak atau hubungi kantor pajak terdaftarmu.

Sumber: PP 58/2023, PMK 168/2023, dan Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id).

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah skema TER membuat pajak setahun jadi lebih besar?

Tidak. TER hanya mengubah cara pemotongan bulanan Januari sampai November agar lebih sederhana. Total PPh 21 setahun tetap dihitung dengan tarif progresif Pasal 17 di bulan Desember, jadi jumlah akhirnya sama dengan skema lama.

Kenapa potongan PPh 21 bulan Desember saya beda sendiri?

Karena Desember adalah bulan penghitungan ulang. Pajak setahun penuh dihitung dengan tarif Pasal 17, lalu dikurangi total potongan Januari-November. Kalau potongan TER selama 11 bulan lebih kecil dari pajak setahun, Desember jadi lebih besar, dan sebaliknya.

Bagaimana cara tahu saya masuk kategori TER A, B, atau C?

Lihat status PTKP kamu. TER A untuk TK/0, TK/1, dan K/0. TER B untuk TK/2, TK/3, K/1, dan K/2. TER C untuk K/3. Tabel tarif lengkap per kategori bisa dicek di situs resmi pajak.go.id.

Referensi resmi

Diakses 24 Juli 2026.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di Pajak Personal