Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
KPR & Properti

Cara hitung BPHTB beli rumah pertama: rumus + contoh kasus

Tutorial lengkap menghitung Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk pembeli rumah Indonesia 2026.

Diperbarui: 22 Mei 20266 menit bacaOleh Redaksi Panduan Keuangan
Cara hitung BPHTB beli rumah pertama: rumus + contoh kasus

Ringkasan: BPHTB = 5% × (NJOP − NPOPTKP), dibayar pembeli saat akad. NPOPTKP Jakarta Rp 80 juta, Bandung Rp 60 juta, dst (per kota). Untuk rumah Rp 800 juta di Jakarta: BPHTB = 5% × (800jt - 80jt) = Rp 36 juta. Wajib lunas sebelum akad — tidak bisa cicil atau via KPR. First-time buyer di beberapa kota dapat diskon 25-50%.

Apa itu BPHTB?

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan — pajak daerah yang dikenakan kepada pembeli saat membeli properti (rumah, tanah, ruko, dsb).

Diatur UU PDRD (Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) + Perda BPHTB masing-masing pemda.

Yang kena BPHTB:

  • Jual beli tanah/rumah
  • Tukar menukar
  • Hibah ke non-keluarga inti
  • Hadiah
  • Pemisahan hak (warisan, untuk yang bukan ahli waris langsung)
  • Penunjukan pembeli dalam lelang

Yang TIDAK kena BPHTB:

  • Pewarisan langsung (anak dari orang tua)
  • Hibah dari orang tua/anak kandung
  • Penunjukan ahli waris di akta perdamaian

Rumus BPHTB

BPHTB = 5% × (NJOP - NPOPTKP)
  • NJOP = Nilai Jual Objek Pajak (dari SPPT PBB) atau harga transaksi (yang lebih tinggi)
  • NPOPTKP = Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (per pemda, ambang batas tidak kena BPHTB)
  • 5% = tarif standar (bisa kurang untuk skema khusus, cek pemda)

NPOPTKP per kota 2026

NPOPTKP bervariasi per pemda. Cek terbaru di Perda BPHTB setempat.

Indikatif 2026:

Kota/KabupatenNPOPTKP
DKI JakartaRp 80 juta
Kota BandungRp 60 juta
Kota SurabayaRp 75 juta
Kota SemarangRp 60 juta
Kota MedanRp 60 juta
Kab BekasiRp 60 juta
Kab TangerangRp 60 juta
Kab BogorRp 60 juta
Kab Sleman/BantulRp 60 juta
Bali (Denpasar)Rp 60 juta

Untuk warisan: NPOPTKP biasanya naik (di Jakarta Rp 350 juta). Cek pemda.

Contoh perhitungan

Contoh 1: Rumah Rp 800 juta di Jakarta

  • NJOP: Rp 800 juta (asumsi sesuai harga transaksi)
  • NPOPTKP Jakarta: Rp 80 juta
  • Dasar kena: Rp 800 - 80 = Rp 720 juta
  • BPHTB: 5% × Rp 720 juta = Rp 36 juta

Contoh 2: Tanah Rp 500 juta di Bandung

  • NJOP: Rp 500 juta
  • NPOPTKP Bandung: Rp 60 juta
  • Dasar kena: Rp 440 juta
  • BPHTB: 5% × Rp 440 juta = Rp 22 juta

Contoh 3: Apartemen Rp 1.5 M di Surabaya

  • NJOP: Rp 1.5 miliar
  • NPOPTKP Surabaya: Rp 75 juta
  • Dasar kena: Rp 1.425 miliar
  • BPHTB: 5% × Rp 1.425 M = Rp 71.25 juta

Contoh 4: Rumah Rp 165 juta di Jakarta (rumah subsidi)

  • NJOP: Rp 165 juta
  • NPOPTKP Jakarta: Rp 80 juta
  • Dasar kena: Rp 85 juta
  • BPHTB: 5% × Rp 85 juta = Rp 4.25 juta

Tapi: untuk rumah subsidi (FLPP), beberapa pemda berikan pembebasan BPHTB untuk MBR. Cek dengan developer atau notaris.

NJOP vs harga transaksi

Rule: BPHTB dihitung dari yang LEBIH TINGGI antara NJOP (di SPPT PBB) atau harga transaksi.

Skenario:

  • NJOP SPPT: Rp 500 juta
  • Harga deal: Rp 700 juta
  • → BPHTB dari Rp 700 juta (lebih tinggi)

Banyak pembeli/penjual coba "kecilkan" harga transaksi di AJB untuk hemat BPHTB. Tidak disarankan:

  1. Risiko hukum (fiscal evasion)
  2. Saat dijual ulang, basis cost rendah = capital gain besar = PPh penjualan tinggi
  3. Mismatch dokumen = sulit verifikasi nilai aset (untuk warisan/wakaf)

First-time buyer & keringanan

Beberapa pemda memberikan diskon BPHTB untuk:

Jakarta (Perda DKI 2024)

  • Rumah ≤Rp 2 miliar untuk WNI yang membeli rumah pertama: pembebasan 100% BPHTB (per ketentuan tertentu)
  • Cek Bapenda DKI untuk syarat detail (perlu surat keterangan belum punya rumah)

Kab Tangerang

  • First-time buyer + rumah di bawah Rp 500 juta: diskon 50%

Kab Bogor

  • MBR dengan rumah ≤Rp 168 juta: pembebasan 100%

Kota Bandung

  • Cek setiap tahun — kadang ada program insentif

Cara cek:

  1. Hubungi Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) pemda setempat
  2. Tanya notaris yang akan handle akad
  3. Cek website resmi pemda

Proses pembayaran BPHTB

Step 1: Hitung sendiri terlebih dahulu

Pakai rumus di atas. Ke notaris dengan estimasi yang sudah dihitung.

Step 2: Cek SSPD-BPHTB (Surat Setoran Pajak Daerah)

Notaris bantu prepare. Validasi nilai dari Bapenda.

Step 3: Bayar via bank yang ditunjuk pemda

  • BCA, Mandiri, BNI, BRI biasanya partner
  • Bayar sebelum akad — bawa bukti ke notaris

Step 4: Validasi NPOP (Verifikasi)

Bapenda verifikasi pembayaran. Dapat bukti validasi.

Step 5: Akad jual beli di notaris

Bukti BPHTB + bukti pelunasan harga + dokumen lain → akta dibuat.

Step 6: Balik nama sertifikat (BPN)

Notaris ajukan ke BPN. 2-4 minggu setelah akad.

Biaya total akad (BPHTB + lainnya)

Untuk rumah Rp 800 juta di Jakarta dengan KPR:

BiayaEstimasi
BPHTB pembeliRp 36 juta
Notaris/PPAT (AJB + akta)Rp 12-16 juta
Biaya balik nama BPNRp 1-1.5 juta
Provisi bank (1% plafon)Rp 6.4 juta (asumsi pinjam Rp 640 juta)
Administrasi bankRp 500 ribu - 1 juta
Asuransi jiwa kreditRp 2-4 juta
Asuransi kebakaranRp 1-2 juta (1-tahun)
AppraisalRp 1 juta
BPJSTK pegawai (kalau pakai)varies
Total±Rp 60-75 juta

= 7.5-9.4% dari harga rumah

Siapkan dana ini terpisah dari DP. Banyak first-time buyer kaget di sini.

1. Beli rumah subsidi (FLPP)

NPOPTKP bisa naik atau bebas BPHTB sesuai kebijakan pemda.

2. Beli di kota dengan NPOPTKP tinggi

Beberapa pemda NPOPTKP Rp 100+ juta untuk rumah tertentu.

3. Apply diskon first-time buyer

Kalau eligible, urus surat keterangan.

4. Beli rumah di bawah NPOPTKP

Untuk rumah kurang dari NPOPTKP = 0 BPHTB. Tapi rumah di bawah Rp 80 juta di Jakarta = sangat sulit/tidak realistis.

5. Bayar tepat waktu

Telat = denda 2%/bulan. Bukan hemat, tapi avoid penalti.

Kesimpulan

BPHTB adalah biaya akad terbesar untuk pembeli rumah (umumnya 4-5% dari harga rumah). Wajib disiapkan terpisah dari DP dan lunas sebelum akad — tidak bisa via KPR atau cicil.

Cek pemda untuk NPOPTKP terbaru + program keringanan first-time buyer.

Lihat juga Panduan KPR lengkap untuk biaya akad lain, Simulasi cicilan KPR untuk hitung total kemampuan, dan KPR usia muda untuk strategi first-time buyer.

Pertanyaan yang sering ditanya

BPHTB ditanggung pembeli atau penjual?

BPHTB ditanggung PEMBELI. Penjual yang kena PPh penjualan properti (2.5% dari harga jual). BPHTB ditagih saat akad jual beli di notaris.

Berapa NPOPTKP 2026?

NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak) bervariasi per pemda. Jakarta: Rp 80 juta. Bandung: Rp 60 juta. Surabaya: Rp 75 juta. Cek di Perda BPHTB pemda masing-masing.

First-time buyer dapat diskon BPHTB?

Tergantung kota. Beberapa pemda (Jakarta untuk rumah ≤Rp 2 M, Tangerang untuk first-time buyer) kasih keringanan 25-50%. Cek kantor pajak daerah atau notaris untuk update terbaru.

Bisa dicicil BPHTB?

Tidak. BPHTB harus dibayar lunas SEBELUM akad jual beli. Bank tidak bisa biayai BPHTB via KPR (BPHTB bukan harga rumah, beda pos).

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di KPR & Properti