Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi

Sukuk Ritel (SR) vs ORI: mana yang lebih cuan + cocok untuk kamu?

Perbandingan ORI (Obligasi Ritel) dan SR (Sukuk Ritel) Indonesia — kupon, tenor, dijamin negara, dan kapan pilih masing-masing.

Diperbarui: 22 Mei 20266 menit bacaOleh Redaksi Panduan Keuangan
Sukuk Ritel (SR) vs ORI: mana yang lebih cuan + cocok untuk kamu?

Ringkasan: ORI dan SR keduanya SBN dijamin negara, tenor 3 tahun, kupon mingguan (ORI bulanan, SR fixed setiap bulan). ORI = obligasi konvensional, kupon 5-6%. SR = sukuk syariah, imbal hasil 5.5-6.5% (sedikit lebih tinggi historis). PPh Final 10% sama. Modal mulai Rp 1 juta. Cocok untuk dana 2-3 tahun + investor konservatif. SR cocok untuk yang prefer prinsip syariah; ORI untuk yang netral.

Apa itu SBN (Surat Berharga Negara)?

Instrumen utang yang diterbitkan pemerintah Indonesia untuk membiayai APBN. Dijamin 100% oleh negara — risiko default mendekati nol.

Jenis SBN untuk ritel:

  • ORI (Obligasi Negara Ritel) — konvensional
  • SR (Sukuk Ritel) — syariah
  • ST (Sukuk Tabungan) — syariah, bisa cair tiap 6 bulan
  • SBR (Savings Bond Ritel) — konvensional, lebih fleksibel

Artikel ini fokus pada ORI vs SR (yang paling sering diperdebatkan).

Perbedaan inti

AspekORISR
BasisObligasi (utang berbunga)Sukuk (akad ijarah / wakalah)
PrinsipKonvensionalSyariah (bebas riba)
Tenor2-4 tahun3 tahun
KuponFixed, per bulanImbal hasil fixed, per bulan
Tingkat return5-6% per tahun5.5-6.5% per tahun (historis sedikit lebih tinggi)
Modal minimumRp 1 jutaRp 1 juta
MaksimumRp 5 miliarRp 5 miliar
Pajak kuponPPh Final 10%PPh Final 10%
Pasar sekunderYa (after holding period)Ya
AwasanOJKOJK + Dewan Syariah Nasional
AkadPinjamanAset / proyek riil

Mekanisme kupon

ORI (konvensional)

  • Pemerintah pinjam uang dari kamu
  • Bayar bunga (kupon) per bulan
  • Kupon fixed sepanjang tenor
  • Jatuh tempo: pemerintah kembalikan pokok 100%

Contoh: ORI seri ORI024 (Sep 2023, 3 tahun, kupon 6.10%):

  • Investasi Rp 10 juta
  • Kupon per bulan: (6.10% × Rp 10jt) / 12 = Rp 50.833
  • Setelah PPh 10%: Rp 45.750 (net per bulan)
  • Total kupon 3 tahun: Rp 1.65 juta (net)
  • Pokok kembali saat jatuh tempo: Rp 10 juta

Total return: Rp 1.65 juta dari Rp 10 juta = 16.5% / 3 tahun = 5.5% per tahun (net of tax)

SR (Sukuk Ritel)

  • Pemerintah jual aset riil (proyek infrastruktur, dsb) ke kamu via akad sukuk
  • Kamu dapat imbal hasil dari sewa/operasi aset (bukan bunga teknis)
  • Imbal hasil fixed sepanjang tenor
  • Jatuh tempo: aset dijual kembali ke negara dengan harga sesuai

Contoh: SR-019 (Mar 2024, 3 tahun, imbal hasil 6.30%):

  • Investasi Rp 10 juta
  • Imbal hasil per bulan: Rp 52.500 (gross)
  • After PPh 10%: Rp 47.250 (net)
  • Total imbal hasil 3 tahun: Rp 1.7 juta (net)

Total return: ~5.7% per tahun (net of tax), historis sering sedikit lebih tinggi dari ORI.

Kapan ORI/SR diterbitkan?

Pemerintah menerbitkan ORI dan SR berkala:

2024-2026 frequency:

  • ORI: 2-3 seri per tahun (Februari, September, dst)
  • SR: 1-2 seri per tahun (Maret, Oktober)
  • ST (Sukuk Tabungan): 2-3 seri per tahun
  • SBR: 1 seri per tahun

Cek jadwal di djppr.kemenkeu.go.id untuk update.

Cara beli ORI/SR

Channel terdaftar:

  • Bibit, Bareksa, Tanamduit — paling mudah, app mobile
  • Bank mitra distribusi: BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB, BTN, OCBC, dll
  • Sekuritas: Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, IPOT, dll
  • Aplikasi resmi pemerintah: e-SBN (kemenkeu)

Proses (umumnya):

  1. Buka aplikasi → tab SBN
  2. Pilih seri yang sedang penawaran (window biasanya 2-3 minggu)
  3. Tentukan nominal (min Rp 1 juta, kelipatan Rp 1 juta)
  4. Bayar via transfer bank
  5. Konfirmasi → unit masuk portfolio
  6. Kupon mulai bayar bulan berikutnya

ORI vs SR vs deposito vs reksa dana

AspekDepositoORI/SRRDPT
PenjaminanLPS (max Rp 2 M, max suku bunga LPS rate)Negara 100%Kustodian (tapi bukan jaminan return)
Return3-5%5.5-6.5%5-8% (fluktuatif)
Tenor1-12 bulan3 tahuntidak terkunci
Pajak20% final10% finalnon-final, SPT tahunan
LikuiditasPenalti diniPasar sekunder (could be premium/discount)T+2/T+5
InflasiSering kalahMatch-ishBisa beat

ORI/SR posisi sweet spot: lebih tinggi return dari deposito + jaminan negara + tax lebih ringan.

Strategi alokasi

Profil konservatif (low risk tolerance)

  • 60% RDPU/deposito
  • 30% ORI/SR
  • 10% emas

Profil seimbang

  • 30% RDPU/deposito
  • 20% ORI/SR
  • 35% RDS/saham
  • 15% emas

Khusus dana 3 tahun (DP rumah, dana pendidikan)

  • 70% ORI/SR (sesuai horizon)
  • 20% deposito
  • 10% RDPU

Tips untuk pemula

1. Mulai dengan ORI/SR satu seri dulu

Modal Rp 1-5 juta untuk merasakan prosesnya. Setelah comfort, scale up.

2. Diversifikasi tahun penerbitan

Jangan beli semua di satu seri. Pakai laddering — beli ORI di tahun 1, SR di tahun 2, dst. Setiap tahun ada yang jatuh tempo = liquidity smooth.

3. Hold sampai jatuh tempo

Sebagian besar investor hold full 3 tahun. Pasar sekunder optional kalau butuh cash.

4. Re-invest kupon

Setiap kupon masuk Rp 50ribu/bulan = bisa dipakai untuk top-up RDS atau langsung ditampung sampai bisa beli SBN baru.

5. Pertimbangkan ESG / impact

Beli SR (sukuk) = pendanaan untuk proyek infrastruktur Indonesia. Bonus impact selain return.

Risiko (yang minimal, tapi ada)

1. Inflation risk

Kupon fixed = kalau inflasi naik di atas kupon, daya beli kupon turun. Untuk inflasi 4%/tahun + kupon 6% = real return ±2%.

2. Interest rate risk

Kalau BI rate naik, harga pasar sekunder ORI/SR turun. Tidak masalah kalau hold to maturity. Issue kalau perlu cair di tengah jalan.

3. Sovereign risk (sangat kecil)

Indonesia default = ORI/SR rugi. Probabilitas kurang dari 0.1% dalam horizon medium term.

Kesimpulan

ORI vs SR:

  • Return historis: SR sedikit lebih tinggi (5.5-6.5% vs 5-6% ORI)
  • Risk: identik (sama-sama dijamin negara)
  • Prinsip: ORI konvensional, SR syariah
  • Liquidity: keduanya bisa dijual di pasar sekunder

Pemilihan:

  • Muslim strict syariah → SR
  • Netral → keduanya, kadang sedikit lebih tinggi SR
  • Pemula → ORI lebih sederhana untuk dipahami
  • Advanced → mix ORI + SR untuk diversifikasi

ORI/SR adalah sweet spot untuk dana 2-3 tahun: return lebih tinggi dari deposito + 100% jaminan negara + pajak lebih ringan dari deposito. Wajib dipertimbangkan di portfolio Indonesia.

Lihat juga Emas vs deposito vs reksa dana untuk perbandingan luas, dan Hub Investasi untuk strategi keseluruhan.

Pertanyaan yang sering ditanya

ORI dan SR sama-sama dijamin negara?

Ya, keduanya 100% dijamin negara Republik Indonesia. ORI dan SR adalah SBN (Surat Berharga Negara). Tidak ada risiko default kecuali Indonesia bangkrut (sangat tidak mungkin).

Berapa modal minimum?

Rp 1 juta untuk ORI dan SR. Maksimum biasanya Rp 5 miliar per investor per seri. Beberapa platform allow mulai Rp 100 ribu via fractional ownership (tapi tidak standar).

Bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?

ORI: bisa diperjual-belikan di pasar sekunder setelah masa minimum holding (biasanya 3 bulan). SR: sama. Tapi harga di pasar sekunder bisa di atas/di bawah par value tergantung pergerakan suku bunga.

Pajak kupon ORI dan SR?

Kupon ORI: PPh Final 10%. Kupon SR: PPh Final 10% juga (sama). Pajak sudah otomatis dipotong saat kupon dibayar, masuk ke rekening setelah net of tax.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di Investasi