Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi5 menit baca

Cara mulai investasi untuk anak sejak dini

Panduan mulai investasi untuk anak: karena anak belum bisa punya rekening efek, orang tua berinvestasi atas nama sendiri dengan pos khusus dan platform berizin OJK.

Oleh Rizky Aditya
Daftar isi

Ringkasan: Karena anak di bawah umur belum bisa membuka rekening efek sendiri, cara mulai investasi untuk anak adalah orang tua berinvestasi atas nama sendiri dengan pos dana yang ditandai khusus untuk si anak. Pilih instrumen sesuai jangka waktu: reksa dana saham atau indeks, SBN ritel, dan emas untuk tujuan panjang; instrumen risiko rendah untuk dana yang pemakaiannya sudah pasti. Otomatiskan setoran rutin, gunakan hanya platform berizin OJK, dan ajarkan anak konsepnya sejak dini.

Menyiapkan masa depan anak lewat investasi bukan soal punya modal besar, melainkan soal memulai lebih awal dan konsisten. Artikel ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi produk tertentu, dan setiap investasi mengandung risiko yang nilainya bisa naik-turun.

Kenapa anak belum bisa punya rekening investasi sendiri?

Pembukaan rekening efek saham maupun akun reksa dana mensyaratkan pemilik yang dewasa dan cakap secara hukum, plus kelengkapan seperti KTP dan rekening bank atas nama pemilik. Anak di bawah umur belum memenuhi syarat ini, sehingga secara praktik orang tua yang berinvestasi atas nama sendiri untuk kepentingan si anak.

Konsekuensinya sederhana tapi penting: dana itu secara hukum milik dan tanggung jawabmu. Supaya tidak tercampur dengan kebutuhan lain, tandai sebagai pos khusus anak, misalnya dengan membuka produk reksa dana terpisah atau memberi label tujuan di aplikasi yang mendukungnya. Dengan begitu kamu tahu persis berapa yang sudah terkumpul untuk anak dan tidak tergoda memakainya untuk pengeluaran dadakan.

Bedakan dulu tujuannya: dana pendidikan atau bekal jangka sangat panjang?

Sebelum memilih instrumen, tentukan uang ini untuk apa. Dua tujuan yang paling umum punya karakter berbeda:

  • Dana pendidikan memiliki tanggal jatuh tempo yang cukup pasti, misalnya anak masuk kuliah 12 tahun lagi. Karena tanggalnya tidak bisa ditawar, mendekati waktu pemakaian dananya sebaiknya digeser ke instrumen yang lebih stabil agar tidak terpukul koreksi pasar tepat saat dibutuhkan.
  • Bekal jangka sangat panjang (modal usaha atau fondasi keuangan saat anak dewasa) horizonnya bisa 18-20 tahun lebih dan fleksibel, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi dan cocok berat di aset pertumbuhan.

Untuk perencanaan dana pendidikan yang lebih rinci, lihat cara siapkan dana pendidikan anak.

Instrumen apa yang cocok untuk horizon panjang?

Kunci memilih instrumen adalah mencocokkan risiko dengan jangka waktu. Semakin panjang waktunya, semakin besar porsi aset pertumbuhan yang wajar kamu ambil.

InstrumenCocok untukKarakter risiko
Reksa dana saham / indeksHorizon di atas 5-7 tahunBerpotensi tumbuh tinggi, tapi fluktuatif jangka pendek
SBN ritel (ORI, SR, ST)Menstabilkan sebagian dana, imbal hasil rutinRisiko rendah, ada masa penawaran dan minimal pembelian
EmasDiversifikasi dan lindung nilaiHarga berfluktuasi, tidak memberi imbal hasil rutin
Reksa dana pasar uangDana yang segera dipakai (mendekati jatuh tempo)Risiko rendah, likuid

Beberapa catatan praktis:

  • Reksa dana indeks menawarkan diversifikasi luas dengan biaya relatif rendah, cocok bila kamu tidak ingin repot memilih saham satu per satu. Kalau kamu baru mulai, pahami dulu dasarnya di reksa dana untuk pemula.
  • SBN ritel diterbitkan pemerintah, hanya dijual pada periode penawaran tertentu, dan minimal pembeliannya mengikuti ketentuan resmi tiap seri (umumnya mulai Rp 1 juta, tapi selalu cek nominal resmi tiap penerbitan di situs Kementerian Keuangan). Cara membelinya dibahas di investasi SBN ritel ORI SR cara beli.
  • Emas berguna sebagai diversifikasi, bukan mesin pertumbuhan utama. Perlakukan sebagai pelengkap.

Jangan menaruh dana pendidikan yang pasti dipakai tahun depan di reksa dana saham. Jika pasar kebetulan turun saat kamu butuh, kamu terpaksa mencairkan dalam kondisi rugi.

Bagaimana cara memulai dengan modal kecil?

Kabar baiknya, kamu tidak perlu menunggu punya banyak uang. Reksa dana di banyak aplikasi bisa dibeli mulai puluhan ribu rupiah, sehingga menyisihkan sedikit tiap bulan sudah cukup untuk memulai. Jika ingin mengukur langkah pertama bermodal minim, baca cara mulai investasi modal 100 ribu.

Langkah praktisnya:

  1. Pastikan fondasi beres. Dana darurat keluarga tersedia dan tidak ada utang konsumtif berbunga tinggi sebelum dana anak diprioritaskan.
  2. Buka pos terpisah untuk tujuan anak agar terukur dan tidak tercampur.
  3. Otomatiskan setoran rutin. Aktifkan autodebet bernominal tetap setiap bulan. Ini menerapkan prinsip beli rutin (dollar cost averaging) yang meredam risiko salah menebak waktu masuk pasar.
  4. Naikkan nominal seiring penghasilan bertambah, misalnya tiap kali gaji naik atau setelah menerima bonus.

Setoran otomatis yang kecil tapi konsisten selama belasan tahun sering mengalahkan setoran besar yang sesekali, karena efek bunga berbunga (compounding) butuh waktu untuk bekerja.

Bagaimana memastikan platform yang dipakai aman?

Keamanan dana bergantung pada legalitas penyelenggaranya. Pakai hanya yang terdaftar dan berizin OJK:

  • Reksa dana: lewat agen penjual efek reksa dana (APERD) berizin OJK.
  • Saham: buka rekening di perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia, yang membuatkan Rekening Dana Nasabah (RDN) terpisah atas namamu.
  • SBN ritel: beli lewat mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kementerian Keuangan.

Selalu cek legalitas di situs resmi OJK sebelum menyetor, dan waspadai tawaran yang menjanjikan keuntungan pasti dan besar. Semakin tinggi janji imbal hasil, semakin tinggi risikonya.

Bagaimana mengajarkan anak soal uang sejak dini?

Investasi untuk anak bukan hanya soal mengumpulkan saldo, tapi juga mewariskan kebiasaan. Kamu bisa memperkenalkan konsepnya sesuai usia:

  • Usia dini: kenalkan beda antara keinginan dan kebutuhan lewat celengan atau menabung untuk membeli mainan tertentu.
  • Usia sekolah: tunjukkan bahwa uang bisa "bekerja" dan tumbuh perlahan. Perlihatkan bagaimana pos investasinya bertambah tiap bulan.
  • Menjelang remaja: ajak diskusi sederhana soal risiko, kenapa nilai investasi bisa naik-turun, dan kenapa kesabaran jangka panjang penting.

Anak yang tumbuh memahami konsep menabung, menunda kepuasan, dan risiko akan lebih siap mengelola uangnya sendiri kelak, bahkan lebih berharga daripada saldo yang kamu wariskan.

Penutup

Cara mulai investasi untuk anak intinya: orang tua berinvestasi atas nama sendiri dengan pos khusus, memilih instrumen sesuai jangka waktu tujuan, mengotomatiskan setoran rutin, memakai platform berizin OJK, dan mengajarkan anak konsepnya sejak dini. Bedakan dana pendidikan yang tanggal pemakaiannya pasti dari bekal jangka sangat panjang, karena keduanya butuh strategi risiko berbeda. Yang paling menentukan bukan besarnya modal awal, melainkan konsistensi dan waktu. Ingat, semua investasi mengandung risiko, jadi pahami produknya sebelum menyetor.

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (ojk.go.id), Kementerian Keuangan (kemenkeu.go.id).

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah anak di bawah umur bisa punya rekening investasi sendiri?

Umumnya belum. Pembukaan rekening efek atau reksa dana mensyaratkan pemilik dewasa dan cakap hukum, sehingga selama anak masih di bawah umur, orang tualah yang berinvestasi atas nama sendiri untuk tujuan si anak. Kamu bisa menandai dana itu sebagai pos khusus anak agar tidak tercampur dengan kebutuhan lain.

Instrumen apa yang cocok untuk investasi jangka panjang anak?

Untuk horizon panjang di atas lima tahun, reksa dana saham atau reksa dana indeks sering dipakai karena berpotensi tumbuh lebih tinggi meski fluktuatif. Untuk dana yang tanggal pemakaiannya sudah pasti dan dekat, geser ke instrumen risiko lebih rendah seperti SBN ritel atau reksa dana pasar uang. Emas bisa jadi pelengkap diversifikasi, bukan satu-satunya.

Bagaimana memastikan platform investasinya aman?

Pastikan penyelenggaranya terdaftar dan berizin di OJK: agen penjual efek reksa dana (APERD) untuk reksa dana, sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia untuk saham, dan mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk SBN ritel. Cek legalitasnya di situs resmi OJK sebelum menyetor dan hindari yang menjanjikan untung pasti.

Referensi resmi

Diakses 27 Juli 2026.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di Investasi