Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi4 menit baca

Cara mulai investasi modal Rp 100 ribu untuk pemula

Panduan langkah demi langkah mulai investasi dengan modal Rp 100 ribu · reksa dana, nabung saham, SBN ritel, dan cara memilih aplikasi berizin OJK.

Oleh Redaksi Panduan KeuanganDiperbarui 11 Juni 2026
Cara mulai investasi modal Rp 100 ribu untuk pemula

Ringkasan: Modal Rp 100 ribu sudah cukup untuk mulai investasi: reksa dana mulai Rp 10.000, saham per lot bisa Rp 100.000, dan SBN ritel punya minimal terjangkau. Kuncinya bukan besarnya modal melainkan memulai lebih awal, konsisten, memilih instrumen sesuai jangka waktu, dan menggunakan aplikasi yang berizin OJK. Untuk pemula, mulailah dari reksa dana pasar uang atau SBN ritel yang risikonya rendah sebelum naik ke saham.

Banyak orang menunda investasi karena merasa modalnya belum cukup. Padahal hari ini, dengan Rp 100 ribu kamu sudah bisa memulai. Yang lebih penting dari nominal adalah kebiasaan dan pemahamannya. Berikut panduan langkah demi langkah.

Langkah 1: Siapkan fondasi dulu

Sebelum investasi, pastikan dua hal beres:

  1. Dana darurat · minimal beberapa kali pengeluaran bulanan di instrumen likuid. Investasi bukan pengganti dana darurat.
  2. Tidak ada utang konsumtif berbunga tinggi · melunasi utang kartu kredit atau paylater berbunga besar sering lebih "menguntungkan" daripada return investasi.

Jika kamu sedang membangun keduanya, Rp 100 ribu/bulan untuk investasi tetap bisa jalan beriringan sebagai latihan disiplin.

Langkah 2: Tentukan tujuan dan jangka waktu

Instrumen yang tepat tergantung kapan kamu butuh dananya:

Jangka waktuTujuan contohInstrumen cocok
Kurang dari 1 tahunDana darurat, liburanReksa dana pasar uang
1-3 tahunDP motor, pernikahanRDPU, SBN ritel, reksa dana pendapatan tetap
Lebih dari 5 tahunDana pendidikan, pensiunReksa dana saham, saham, campuran

Jangan menaruh dana yang dibutuhkan tahun depan di saham yang fluktuatif.

Langkah 3: Pilih instrumen sesuai modal

Dengan Rp 100 ribu, ini pilihannya:

  • Reksa dana · paling fleksibel. Dikelola Manajer Investasi, bisa mulai Rp 10.000-100.000. Pemula cocok di reksa dana pasar uang.
  • Saham · dibeli per lot (100 lembar). Saham Rp 1.000/lembar = Rp 100.000/lot. Mulai dengan emiten fundamental kuat (blue chip).
  • SBN ritel (ORI, SBR, Sukuk Ritel, Sukuk Tabungan) · diterbitkan pemerintah, risiko rendah, imbal hasil dibayar rutin. Ditawarkan periode tertentu lewat mitra distribusi resmi.

Langkah 4: Gunakan platform berizin OJK

Keamanan dana bergantung pada legalitas penyelenggara:

  • Reksa dana: gunakan agen penjual efek reksa dana (APERD) berizin OJK.
  • Saham: buka rekening di perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia, yang akan membuatkan Rekening Dana Nasabah (RDN) terpisah atas namamu.
  • SBN ritel: beli lewat mitra distribusi resmi (bank/sekuritas/fintech) yang ditunjuk Kementerian Keuangan.

Selalu cek legalitas di situs resmi OJK sebelum menyetor. Waspadai investasi bodong yang menjanjikan keuntungan pasti dan besar.

Langkah 5: Mulai kecil, konsisten, otomatis

Kekuatan investor pemula bukan pada nominal besar, tapi pada konsistensi:

  • Aktifkan autodebet Rp 100 ribu/bulan agar tidak lupa dan tidak tergoda menundanya.
  • Terapkan dollar cost averaging · beli rutin dengan nominal tetap tanpa peduli harga naik atau turun. Ini meredam risiko salah waktu masuk.
  • Naikkan nominal seiring penghasilan bertambah.

Contoh: menyisihkan Rp 100 ribu/bulan secara konsisten dengan asumsi imbal hasil rata-rata akan tumbuh jauh lebih besar dalam 10-20 tahun berkat efek bunga berbunga (compounding), meski tiap bulannya terasa kecil.

Langkah 6: Hindari kesalahan pemula

  • Jangan ikut-ikutan (FOMO) membeli aset yang sedang viral tanpa paham.
  • Jangan kejar untung instan · semakin tinggi janji return, semakin tinggi risikonya.
  • Jangan menaruh semua di satu aset · diversifikasi sejak awal.
  • Jangan panik jual saat pasar turun jika tujuanmu jangka panjang.

Rekomendasi praktis

Mulailah sekarang dengan apa yang ada, bahkan jika hanya Rp 100 ribu. Untuk langkah pertama, pilih reksa dana pasar uang atau SBN ritel yang risikonya rendah agar kamu nyaman belajar, lalu tambahkan reksa dana saham untuk tujuan jangka panjang. Aktifkan autodebet, gunakan hanya platform berizin OJK, dan tingkatkan setoran seiring waktu. Yang membedakan investor sukses bukan modal besar di awal, melainkan kebiasaan menyisihkan dan kesabaran jangka panjang.

Lihat juga Reksa dana untuk pemula, Sukuk ritel vs ORI, dan Dollar cost averaging: strategi DCA untuk memperdalam langkah awalmu.

Sumber: OJK.go.id · daftar APERD & perlindungan investor, Kementerian Keuangan (kemenkeu.go.id) · SBN ritel, Bursa Efek Indonesia (idx.co.id).

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah benar bisa investasi hanya dengan Rp 100 ribu?

Benar. Reksa dana di banyak aplikasi bisa dibeli mulai Rp 10.000-100.000. Saham dibeli per lot (100 lembar), sehingga saham seharga Rp 1.000 cukup Rp 100.000 per lot. Surat Berharga Negara ritel juga punya minimal pembelian terjangkau. Modal kecil bukan halangan untuk memulai.

Investasi apa yang paling aman untuk pemula bermodal kecil?

Untuk pemula, reksa dana pasar uang dan Surat Berharga Negara (SBN) ritel tergolong risiko rendah dan cocok sebagai langkah awal. Reksa dana saham cocok untuk tujuan jangka panjang tapi lebih fluktuatif. Mulailah dari instrumen yang risikonya kamu pahami dan sesuai jangka waktu tujuanmu.

Bagaimana memastikan aplikasi investasi yang saya pakai legal?

Pastikan penyelenggara terdaftar dan berizin di OJK. Untuk reksa dana, cari agen penjual efek reksa dana (APERD) berizin; untuk saham, gunakan perusahaan sekuritas anggota Bursa Efek Indonesia. Kamu bisa mengecek legalitasnya di situs resmi OJK. Hindari yang menjanjikan untung pasti dan besar.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.