Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi5 menit baca

DIRE (REITs): Investasi Properti Tanpa Beli Rumah

DIRE (REITs Indonesia): investasi properti komersial lewat bursa dengan modal kecil. Pahami cara kerja, dividen, dan risikonya.

Oleh Rizky Aditya
Daftar isi

Ringkasan: DIRE (Dana Investasi Real Estat) adalah wadah investasi kolektif yang menghimpun dana banyak orang untuk membeli properti komersial seperti mal, perkantoran, atau rumah sakit, lalu membagikan pendapatan sewanya sebagai dividen. Unit DIRE diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sehingga bisa dibeli dengan modal relatif kecil dan lebih mudah dicairkan daripada properti fisik. DIRE adalah versi Indonesia dari REITs (Real Estate Investment Trust) dan diawasi oleh OJK.

Selama ini banyak orang mengira satu-satunya cara berinvestasi properti adalah membeli rumah, ruko, atau tanah. Padahal cara itu butuh modal ratusan juta, urus sertifikat dan pajak, serta sulit dijual cepat saat sedang butuh uang. DIRE menawarkan jalur berbeda: Anda ikut memiliki sebagian properti komersial bernilai miliaran rupiah hanya dengan membeli unit di bursa, mirip membeli saham. Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu DIRE dan apa bedanya dengan REITs?

DIRE adalah singkatan dari Dana Investasi Real Estat. Di pasar global, instrumen sejenis disebut REITs (Real Estate Investment Trust). Jadi DIRE pada dasarnya adalah "REITs versi Indonesia". Bentuk hukum yang umum adalah DIRE berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK), dengan struktur mirip reksa dana: ada manajer investasi yang mengelola dana dan bank kustodian yang menyimpan aset.

Bedanya dengan reksa dana biasa, dana DIRE tidak dibelikan saham atau obligasi, melainkan aset properti nyata dan surat berharga terkait properti. Aturan OJK mewajibkan sebagian besar kekayaan DIRE ditempatkan pada aset real estat, dengan porsi mayoritas langsung pada properti, sedangkan sisanya berupa kas dan setara kas. Karena itu, nilai DIRE bergerak mengikuti nilai properti dan pendapatan sewanya, bukan mengikuti bisnis lain.

Perlu diketahui, jumlah produk DIRE di Indonesia masih relatif sedikit. Secara historis, sebagian pengembang besar justru menerbitkan REITs di bursa luar negeri seperti Singapura karena pertimbangan pajak dan pasar yang lebih dalam. Pemerintah kemudian memberi sejumlah insentif untuk mendorong DIRE domestik, tetapi ekosistemnya masih terus berkembang. Untuk memahami istilah seperti nilai aktiva bersih (NAB), dividen, dan likuiditas, Anda bisa membuka glosarium.

Bagaimana cara kerja DIRE dan dari mana dividennya?

Uang dari para pemodal dikumpulkan, lalu digunakan untuk membeli atau menguasai properti komersial yang menghasilkan sewa: pusat perbelanjaan, gedung kantor, rumah sakit, hotel, atau gudang. Penyewa membayar sewa rutin setiap bulan atau tahun. Setelah dikurangi biaya operasional dan pengelolaan, sebagian besar pendapatan sewa itu dibagikan kembali kepada pemegang unit dalam bentuk dividen.

Jadi ada dua sumber potensi keuntungan:

  1. Dividen dari pendapatan sewa properti, yang biasanya dibagi secara berkala.
  2. Kenaikan harga unit (capital gain) bila nilai properti dan permintaan atas unit DIRE naik di bursa.

Sebaliknya, harga unit juga bisa turun bila tingkat hunian sewa merosot, suku bunga naik, atau nilai properti melemah. Besaran dan kepastian dividen tidak dijamin; semuanya bergantung pada kinerja properti di dalam portofolio.

Berapa modal untuk mulai investasi DIRE?

Inilah daya tarik utama DIRE. Untuk membeli ruko atau apartemen sewa, Anda butuh ratusan juta hingga miliaran rupiah. Dengan DIRE, Anda cukup membeli beberapa unit lewat aplikasi sekuritas, sama seperti membeli saham. Nilainya jauh lebih terjangkau, sehingga pekerja atau keluarga dengan dana terbatas tetap bisa "punya" bagian dari properti komersial besar.

Untuk mulai, Anda memerlukan:

  • Rekening efek di perusahaan sekuritas yang terdaftar dan berizin OJK.
  • RDN (Rekening Dana Nasabah) untuk menampung dana transaksi.
  • Aplikasi transaksi yang menyediakan produk DIRE yang tercatat di bursa.

Sebelum menaruh uang, pastikan kebutuhan dasar aman lebih dulu: dana darurat tersedia dan utang konsumtif terkendali. Anda bisa menghitung kebutuhan dana darurat dengan kalkulator dana darurat. DIRE sebaiknya memakai uang "dingin" yang tidak akan dipakai dalam waktu dekat.

Apa kelebihan dan risiko DIRE dibanding properti fisik?

Berikut perbandingan singkat tiga cara berinvestasi properti:

AspekDIREProperti fisikSaham properti
Modal awalRelatif kecil, per unitRatusan juta ke atasKecil
LikuiditasTinggi, dijual di bursaRendah, butuh waktu lamaTinggi
Sumber imbal hasilDividen sewa + harga unitSewa + kenaikan hargaDividen + capital gain
PengelolaanOleh manajer investasiDiurus sendiriOleh perusahaan
DiversifikasiBeberapa properti sekaligusSatu aset sajaIkut bisnis perusahaan

Kelebihan DIRE: modal kecil, likuid, dikelola profesional, dan pendapatan sewa dibagikan rutin tanpa Anda repot mengurus penyewa. Risikonya: harga unit bisa turun, dividen tidak dijamin, ada biaya pengelolaan, serta pilihan produk DIRE di Indonesia masih terbatas dibanding bursa negara lain. Selain itu, dividen dapat dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku; cek aturan terkini di situs DJP (pajak.go.id) atau tanyakan ke sekuritas Anda.

Singkatnya: DIRE cocok bila Anda ingin eksposur ke properti komersial dengan modal kecil dan likuiditas tinggi, sedangkan properti fisik lebih cocok bila Anda ingin kontrol penuh atas aset dan siap dengan modal serta pengelolaan yang besar.

Bagaimana cara membeli DIRE di Indonesia?

Langkahnya sederhana:

  1. Buka rekening efek di sekuritas resmi berizin OJK dan aktifkan RDN.
  2. Setor dana ke RDN Anda.
  3. Cari produk DIRE yang tercatat di Bursa Efek Indonesia melalui aplikasi sekuritas.
  4. Pelajari prospektus dan laporan produk: properti apa saja yang dimiliki, tingkat hunian, dan riwayat dividen.
  5. Beli unit sesuai kemampuan, lalu pantau kinerjanya secara berkala.

Karena pilihan DIRE di dalam negeri belum sebanyak instrumen lain, bandingkan juga dengan opsi lain di hub investasi sebelum memutuskan. Membaca prospektus dan sumber resmi jauh lebih penting daripada sekadar ikut tren.

Kapan DIRE cocok untuk Anda?

DIRE cocok bila Anda menginginkan pendapatan dari sewa properti tetapi tidak punya modal besar atau waktu untuk mengelola aset fisik, sekaligus menginginkan dana yang bisa dicairkan relatif cepat. DIRE kurang cocok bila Anda mengejar kepastian imbal hasil, karena dividen dan harga unit tetap berfluktuasi mengikuti pasar properti. Seperti semua investasi, sesuaikan pilihan dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko Anda, serta jangan menaruh seluruh dana pada satu instrumen.

Artikel ini bersifat edukasi keuangan umum, bukan rekomendasi atau nasihat investasi personal; keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab Anda setelah mempelajari produk dan berkonsultasi bila perlu.

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (ojk.go.id dan sikapiuangmu.ojk.go.id), Bursa Efek Indonesia (idx.co.id), Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id).

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah DIRE sama dengan reksa dana?

Strukturnya mirip karena banyak DIRE berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang dikelola manajer investasi dan disimpan bank kustodian. Bedanya, dana reksa dana biasa dibelikan saham atau obligasi, sedangkan dana DIRE ditempatkan pada aset properti nyata dan surat berharga terkait properti. Jadi imbal hasil DIRE bersumber terutama dari pendapatan sewa properti.

Berapa modal minimal untuk mulai investasi DIRE?

Jauh lebih kecil daripada membeli properti fisik. Anda membeli unit DIRE yang tercatat di Bursa Efek Indonesia lewat aplikasi sekuritas, mirip membeli saham, sehingga terjangkau bagi pemodal dengan dana terbatas. Yang perlu disiapkan adalah rekening efek di sekuritas berizin OJK dan Rekening Dana Nasabah (RDN).

Apakah dividen DIRE dikenai pajak?

Dividen dan keuntungan dari DIRE dapat dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Karena aturan pajak bisa berubah, cek ketentuan terkini di situs Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id) atau tanyakan ke perusahaan sekuritas Anda sebelum berinvestasi.

Referensi resmi

Diakses 13 Agustus 2026.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di Investasi