Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi5 menit baca

Apa itu lot saham dan cara hitung modal beli saham

Panduan pemula: 1 lot saham = 100 lembar, cara hitung modal beli saham (harga per lembar x 100 x jumlah lot + fee broker), plus contoh perhitungan konkret.

Oleh Redaksi Panduan Keuangan
Daftar isi

Ringkasan: Di Bursa Efek Indonesia, 1 lot saham sama dengan 100 lembar, dan itu adalah jumlah pembelian terkecil di pasar reguler. Untuk menghitung modal beli, pakai rumus harga per lembar x 100 x jumlah lot, lalu tambahkan fee broker beli (umumnya sekitar 0,1 sampai 0,3 persen dari nilai transaksi). Modal minimal kamu ditentukan oleh harga 1 lot saham termurah yang kamu incar, bukan angka tetap.

Banyak pemula batal beli saham karena mengira butuh modal puluhan juta. Padahal satuan dan cara hitungnya sederhana begitu kamu paham istilah "lot" dan komponen biayanya.

Apa itu lot saham?

Lot adalah satuan resmi jumlah saham yang diperdagangkan di bursa. Sejak aturan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlaku hingga sekarang, 1 lot saham = 100 lembar. Artinya kamu tidak bisa membeli 1 lembar, 40 lembar, atau 150 lembar di pasar reguler. Pembelian selalu dalam kelipatan lot: 1 lot (100 lembar), 2 lot (200 lembar), 10 lot (1.000 lembar), dan seterusnya.

Kenapa pakai lot? Supaya transaksi rapi, likuiditas terjaga, dan sistem bursa bisa mencocokkan order jual-beli dengan cepat. Harga saham sendiri tetap dikutip per lembar di aplikasi sekuritas, jadi kamu perlu mengalikannya sendiri untuk tahu nilai satu lot.

Bagaimana cara hitung modal beli saham?

Rumus dasarnya cuma satu baris:

Modal beli = (harga per lembar x 100 x jumlah lot) + fee broker beli

Pecah menjadi tiga langkah:

  1. Nilai saham per lot = harga per lembar x 100. Contoh, saham seharga Rp 4.500 per lembar berarti 1 lot bernilai Rp 450.000.
  2. Kalikan jumlah lot yang mau kamu beli. Beli 3 lot dari contoh di atas = Rp 1.350.000.
  3. Tambahkan fee broker beli. Fee ini persentase dari nilai transaksi, ditetapkan masing-masing sekuritas. Kisaran umum di Indonesia sekitar 0,1 sampai 0,3 persen untuk transaksi beli. Cek angka pastinya di aplikasi atau perjanjian sekuritasmu, karena tiap broker berbeda.

Fee beli dan fee jual biasanya berbeda: fee jual lebih besar karena ada tambahan pajak. Untuk artikel ini kita fokus di sisi beli.

Berapa contoh perhitungan konkretnya?

Misal fee broker beli di sekuritasmu 0,15 persen. Berikut simulasi untuk beberapa harga saham:

Harga/lembarJumlah lotNilai saham (harga x 100 x lot)Fee beli 0,15%Total modal
Rp 5001Rp 50.000Rp 75Rp 50.075
Rp 1.2002Rp 240.000Rp 360Rp 240.360
Rp 4.5003Rp 1.350.000Rp 2.025Rp 1.352.025
Rp 9.0001Rp 900.000Rp 1.350Rp 901.350

Cara membaca baris ketiga: saham Rp 4.500 per lembar, beli 3 lot. Nilai saham = 4.500 x 100 x 3 = Rp 1.350.000. Fee = 0,15% x 1.350.000 = Rp 2.025. Total yang dipotong dari rekening dana nasabah (RDN) = Rp 1.352.025.

Perhatikan bahwa fee-nya kecil dibanding nilai saham, tapi tetap perlu dihitung supaya saldo RDN kamu cukup. Kalau saldo pas-pasan tanpa memperhitungkan fee, order bisa ditolak.

Berapa modal minimal untuk mulai?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua orang, karena modal minimal = harga 1 lot saham yang kamu incar + fee. Beberapa gambaran:

  • Saham berharga ratusan rupiah per lembar: 1 lot bisa hanya puluhan ribu rupiah. Contoh saham Rp 200 per lembar, 1 lot = Rp 20.000 saja (belum termasuk fee kecil).
  • Saham papan menengah: biasanya ratusan ribu rupiah per lot.
  • Saham blue chip populer: sering ratusan ribu sampai jutaan rupiah per lot karena harga per lembarnya tinggi.

Karena harga saham berubah setiap hari, selalu cek harga terkini di aplikasi sekuritas sebelum menghitung. Kalau kamu benar-benar baru mulai dengan dana terbatas, baca juga cara mulai investasi modal 100 ribu untuk strategi masuk bertahap.

Beberapa sekuritas juga punya ketentuan setoran awal untuk membuka RDN. Itu berbeda dari modal beli saham, jadi tanyakan langsung ke sekuritas saat pendaftaran.

Langkah praktis sebelum klik "beli"

Sebelum eksekusi order, biasakan rutinitas singkat ini:

  • Tentukan budget dulu, baru pilih saham yang lotnya muat di budget itu, bukan sebaliknya.
  • Konfirmasi harga per lembar terkini di aplikasi, karena harga bergerak setiap detik saat jam bursa.
  • Hitung total modal dengan rumus di atas, termasuk fee, lalu bandingkan dengan saldo RDN.
  • Cek legalitas sekuritas: pastikan perusahaan sekuritasmu anggota bursa dan berizin OJK. Jangan pernah setor dana ke platform yang belum jelas izinnya.
  • Jangan pakai semua saldo untuk 1 saham. Sisakan ruang untuk diversifikasi dan biaya.

Kalau kamu masih menimbang antara beli saham langsung atau lewat produk yang lebih terkelola, bandingkan dulu lewat saham vs reksa dana. Dan sebelum memilih saham individual, ada baiknya paham cara memilih saham blue chip yang relatif stabil untuk pemula.

Bagaimana dengan fee saat menjual saham?

Saat kamu menjual, rumusnya mirip tapi fee jual lebih besar dari fee beli. Selisihnya berasal dari komponen pajak yang dikenakan pada transaksi penjualan saham. Karena tarif dan komponen pajak bisa berubah mengikuti ketentuan yang berlaku, jangan menghafal angka pasti dari sumber lama. Cek rincian fee jual di aplikasi sekuritasmu (biasanya muncul di layar konfirmasi order) dan rujuk ketentuan resmi terbaru dari OJK dan Bursa Efek Indonesia.

Intinya: keuntungan bersihmu adalah harga jual dikurangi harga beli, dikurangi lagi total fee beli dan fee jual. Jangan lupa memasukkan biaya ini saat menghitung apakah sebuah transaksi benar-benar untung.

Catatan penting: artikel ini bersifat edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli saham tertentu. Investasi saham mengandung risiko, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian atau seluruh modal. Sesuaikan dengan tujuan dan profil risikomu, dan pelajari dulu perusahaannya, misalnya lewat cara baca laporan keuangan saham.

Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) untuk satuan lot dan mekanisme perdagangan; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pengawasan sekuritas dan ketentuan yang berlaku.

Pertanyaan yang sering ditanya

1 lot saham itu berapa lembar?

Di Bursa Efek Indonesia, 1 lot saham sama dengan 100 lembar. Ini satuan pembelian terkecil di pasar reguler, jadi kamu tidak bisa beli hanya 1 atau 50 lembar.

Berapa modal minimal beli saham?

Modal minimal ditentukan oleh harga 1 lot saham termurah yang kamu incar plus fee broker. Untuk saham berharga ratusan rupiah per lembar, 1 lot bisa hanya puluhan ribu rupiah, sedangkan saham blue chip bisa ratusan ribu sampai jutaan rupiah per lot.

Bagaimana cara hitung total modal beli saham?

Rumusnya: harga per lembar x 100 x jumlah lot, lalu tambahkan fee broker beli (biasanya sekitar 0,1 sampai 0,3 persen dari nilai transaksi). Hasilnya adalah dana yang benar-benar dipotong dari rekening dana nasabah kamu.

Referensi resmi

Diakses 6 Juli 2026.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.