Berapa persen gaji idealnya disisihkan untuk dana pensiun?
Berapa persen gaji ideal untuk dana pensiun? Panduan savings rate berdasarkan usia, dengan simulasi rupiah dan cara menyesuaikan alokasi sesuai kondisi Anda.
Ringkasan: Pedoman umum menyisihkan 10-15 persen dari penghasilan kotor untuk dana pensiun. Persentase ini perlu lebih besar jika Anda mulai terlambat, dan bisa lebih kecil jika mulai sangat dini. Yang menentukan bukan hanya besar persentase, tetapi konsistensi dan kapan Anda mulai. Sesuaikan dengan usia, target, dan kondisi keuangan.
Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mulai serius merencanakan pensiun: berapa sebenarnya porsi gaji yang harus disisihkan? Jawabannya tidak tunggal, karena bergantung pada usia, target dana, dan kapan Anda mulai. Namun ada pedoman yang bisa dijadikan titik awal agar tidak menabung asal-asalan.
Pedoman umum: 10-15 persen
Banyak perencana keuangan menyarankan menyisihkan 10 hingga 15 persen dari penghasilan kotor untuk dana pensiun. Angka ini dianggap seimbang antara menjaga kualitas hidup saat ini dan membangun bekal masa depan.
Namun, persentase ini berlaku ideal jika Anda mulai di usia 20-an atau awal 30-an. Semakin terlambat memulai, semakin besar porsi yang dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan, karena waktu untuk pertumbuhan berkurang.
Savings rate berdasarkan usia mulai
Berikut perkiraan kasar porsi gaji yang sebaiknya disisihkan agar dana pensiun memadai, tergantung kapan Anda mulai:
| Usia mulai menabung | Porsi gaji disarankan |
|---|---|
| 22-25 tahun | 10-12% |
| 26-30 tahun | 12-15% |
| 31-35 tahun | 15-18% |
| 36-40 tahun | 18-22% |
| Di atas 40 tahun | 22-30% atau lebih |
Tabel ini adalah ilustrasi, bukan angka mutlak. Intinya: menunda berarti porsi yang harus disisihkan membengkak. Inilah alasan memulai sedini mungkin sangat dianjurkan.
Kenapa waktu lebih penting dari persentase
Karena efek bunga berbunga, uang yang ditabung lebih awal punya lebih banyak waktu untuk tumbuh. Contoh sederhana dengan asumsi imbal hasil 8 persen per tahun:
- Menabung 10 persen mulai usia 25 sering menghasilkan dana lebih besar dibanding
- Menabung 20 persen mulai usia 40
Padahal porsi gaji yang disisihkan justru lebih kecil. Ini menegaskan bahwa konsistensi sejak dini mengalahkan upaya besar yang dimulai terlambat.
Cara menentukan angka yang tepat untuk Anda
Langkah 1: Hitung kebutuhan pensiun
Perkirakan pengeluaran bulanan saat pensiun. Banyak orang membutuhkan sekitar 70-80 persen dari pengeluaran terakhir untuk mempertahankan gaya hidup.
Langkah 2: Perhitungkan inflasi
Bank Indonesia menjaga inflasi pada kisaran target, tetapi dalam puluhan tahun, daya beli tetap tergerus. Kebutuhan nominal saat pensiun akan jauh lebih besar dari nilai hari ini.
Langkah 3: Tentukan target dana
Hitung total dana yang diperlukan agar bisa hidup dari hasil investasinya. Salah satu pendekatan populer adalah aturan penarikan aman sekitar 4 persen per tahun.
Langkah 4: Hitung mundur ke setoran bulanan
Dari target itu, hitung berapa yang harus disisihkan tiap bulan, lalu konversikan ke persentase gaji Anda.
Apa yang sudah ditanggung BPJS?
Jika Anda karyawan, sebagian alokasi pensiun sudah berjalan otomatis lewat BPJS Ketenagakerjaan:
- JHT (Jaminan Hari Tua): iuran total 5,7 persen dari upah (2 persen pekerja, 3,7 persen pemberi kerja)
- JP (Jaminan Pensiun): iuran total 3 persen dari upah (1 persen pekerja, 2 persen pemberi kerja)
Ini fondasi yang baik, tetapi umumnya belum cukup menggantikan penghasilan saat pensiun, terutama karena ada batas upah tertentu dalam perhitungan JP. Karena itu, tambahan tabungan pribadi tetap dibutuhkan.
Cara menaikkan porsi tanpa terasa berat
Naikkan saat gaji naik. Setiap kenaikan gaji, alihkan sebagian ke tabungan pensiun sebelum terbiasa membelanjakannya. Cara ini hampir tak terasa.
Otomatiskan setoran. Gunakan autodebet di awal bulan, sehingga menabung jadi prioritas, bukan sisa.
Manfaatkan bonus dan THR. Sisihkan sebagian penghasilan tidak rutin untuk menambah dana pensiun tanpa mengganggu anggaran bulanan.
Contoh alokasi dari gaji bulanan
Misalkan gaji bersih Anda Rp 8 juta per bulan dan Anda berusia 28 tahun, sehingga menargetkan porsi 13 persen untuk pensiun. Maka:
- Alokasi pensiun: 13 persen x Rp 8 juta = Rp 1.040.000 per bulan
- Sebagian sudah tertutup iuran JHT dan JP dari potongan gaji
- Sisanya disetor ke instrumen investasi pribadi
Jika terasa berat di awal, mulai dari Rp 500.000 (sekitar 6 persen) lalu naikkan Rp 100.000 setiap kali ada kenaikan gaji. Dalam beberapa tahun, tanpa terasa Anda sudah mencapai porsi ideal. Pendekatan bertahap seperti ini lebih realistis daripada memaksakan angka besar sejak hari pertama lalu menyerah di tengah jalan.
Jangan lupa keseimbangan
Menabung untuk pensiun penting, tetapi bukan satu-satunya prioritas. Sebelum menggenjot porsi pensiun terlalu besar, pastikan dulu:
- Dana darurat minimal 3-6 bulan pengeluaran sudah tersedia
- Utang konsumtif berbunga tinggi seperti kartu kredit sudah ditangani
- Proteksi dasar seperti BPJS Kesehatan dan asuransi jiwa (bila ada tanggungan) sudah berjalan
Menyisihkan terlalu banyak untuk pensiun sementara mengabaikan dana darurat justru berisiko, karena saat ada kebutuhan mendadak Anda bisa terpaksa mencairkan investasi jangka panjang lebih awal. Keseimbangan inilah kunci perencanaan yang berkelanjutan.
Rekomendasi praktis
- Mulai dari 10-15 persen jika usia masih 20-an atau awal 30-an, naikkan jika mulai terlambat.
- Jangan tunda menunggu gaji besar. Mulai dari 5 persen pun jauh lebih baik daripada nol.
- Hitung target dana pensiun dulu agar persentase yang Anda pilih punya dasar, bukan sekadar tebakan.
- Anggap iuran BPJS sebagai lapisan dasar, lalu tambah investasi pribadi di atasnya.
- Tinjau ulang tiap tahun dan naikkan porsi seiring penghasilan bertambah.
Tidak ada angka ajaib yang berlaku untuk semua orang. Tetapi dengan memulai lebih awal dan konsisten menyisihkan porsi yang masuk akal, Anda membangun masa pensiun yang jauh lebih tenang.
Sumber: ojk.go.id (Otoritas Jasa Keuangan), bpjsketenagakerjaan.go.id, bi.go.id (Bank Indonesia)
Pertanyaan yang sering ditanya
Berapa persen gaji ideal untuk dana pensiun?
Pedoman umum adalah 10-15 persen dari penghasilan kotor. Jika Anda mulai terlambat (di atas 40 tahun), porsinya perlu lebih besar, sekitar 20-25 persen. Yang penting konsisten dan disesuaikan dengan target serta usia mulai menabung.
Apakah iuran BPJS Ketenagakerjaan sudah masuk hitungan persen ini?
Iuran JHT dan JP dari BPJS Ketenagakerjaan bisa dianggap sebagai bagian dari alokasi pensiun Anda. Tapi karena umumnya belum cukup, sebaiknya tambahan tabungan atau investasi pribadi dihitung di luar itu agar dana pensiun lebih memadai.
Bagaimana kalau gaji saya masih kecil dan sulit menyisihkan 10 persen?
Mulai dari yang mampu, misalnya 5 persen, lalu naikkan bertahap setiap gaji bertambah. Menabung kecil tapi konsisten sejak dini tetap jauh lebih baik daripada menunda sampai merasa gaji cukup besar.
Referensi resmi
Diakses 26 Juni 2026.