KUR (Kredit Usaha Rakyat): syarat, jenis, dan cara mengajukan
Panduan KUR untuk UMKM: jenis KUR super mikro, mikro, dan kecil, syarat umum, plafon per jenis, dokumen, cara ajukan ke bank penyalur, dan bunga bersubsidinya.
Daftar isi
Ringkasan: KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah pinjaman modal usaha untuk UMKM yang bunganya disubsidi pemerintah dan disalurkan lewat bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, BSI, dan bank daerah. Ada tiga jenis utama: KUR super mikro, mikro, dan kecil, dengan plafon berjenjang dari nominal kecil sampai ratusan juta. Syarat intinya: usaha produktif yang sudah berjalan dan pada umumnya tidak sedang menerima kredit produktif lain. Kamu mengajukan langsung ke bank penyalur dengan dokumen KTP, KK, dan izin usaha. Karena bunga dan plafon ditetapkan pemerintah tiap tahun dan bisa berubah, selalu cek ketentuan tahun berjalan.
KUR dirancang agar pelaku usaha kecil bisa mendapat modal dengan biaya bunga yang ringan, tanpa harus lari ke pinjaman berbunga tinggi. Pemerintah menanggung sebagian bunganya (subsidi), sementara bank penyalur yang menyeleksi dan mencairkan pinjaman.
Apa itu KUR dan bagaimana subsidinya bekerja?
KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah program pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang layak tetapi belum sepenuhnya bankable. Artinya usahamu sudah menghasilkan, tetapi mungkin belum memenuhi semua syarat kredit komersial biasa.
Yang membedakan KUR dari kredit usaha biasa adalah subsidi bunga. Pemerintah, lewat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, membayar selisih bunga sehingga tingkat bunga yang kamu tanggung jauh lebih rendah dari kredit pasar. Yang menyalurkan dan menanggung risiko kredit tetaplah bank penyalur, bukan pemerintah.
Apa saja jenis KUR?
KUR dibagi berdasarkan besarnya plafon dan skala usaha. Tiga jenis yang paling umum:
- KUR Super Mikro - untuk usaha yang sangat kecil dan biasanya baru atau baru dirintis, dengan plafon paling rendah. Sering ditujukan bagi pekerja terkena PHK atau ibu rumah tangga yang memulai usaha.
- KUR Mikro - untuk usaha mikro yang sudah berjalan, dengan plafon menengah.
- KUR Kecil - untuk usaha kecil dengan kebutuhan modal lebih besar, dengan plafon tertinggi di antara ketiganya. Untuk jenis ini biasanya diminta agunan tambahan.
Selain tiga jenis inti itu, ada pula skema khusus seperti KUR untuk pekerja migran Indonesia (PMI) dan KUR khusus/kelompok untuk komoditas tertentu. Batasan nominal tiap jenis berjenjang dan ditetapkan ulang oleh pemerintah tiap tahun, jadi pastikan kamu merujuk angka resmi terbaru.
| Jenis KUR | Skala usaha | Plafon (relatif) | Agunan tambahan |
|---|---|---|---|
| Super Mikro | Sangat kecil / baru rintis | Paling rendah | Umumnya tanpa agunan tambahan |
| Mikro | Mikro, sudah berjalan | Menengah | Umumnya tanpa agunan tambahan |
| Kecil | Kecil, butuh modal besar | Tertinggi | Biasanya diminta agunan |
Nominal pasti tiap tingkat plafon berubah antarperiode. Cek angka berjalan di portal KUR Kemenko Perekonomian atau langsung ke bank penyalur.
Apa syarat umum mengajukan KUR?
Meski tiap bank penyalur punya penilaian sendiri, syarat dasarnya seragam karena diatur pemerintah:
- Warga negara Indonesia yang punya usaha produktif dan layak.
- Usaha sudah berjalan. Umumnya diminta minimal sekitar 6 bulan berjalan, kecuali untuk skema super mikro atau peserta yang lebih dulu mengikuti pendampingan/pelatihan.
- Tidak sedang menerima kredit produktif lain dari perbankan, kecuali pengecualian tertentu seperti KPR, kredit kendaraan bermotor, kartu kredit, dan kredit dengan ketentuan khusus.
- Punya izin usaha sesuai jenisnya (bisa berupa NIB, Surat Keterangan Usaha dari kelurahan/desa, atau izin lain), dengan tingkat kelengkapan yang menyesuaikan besar plafon.
Karena ketentuan "tidak sedang menerima kredit produktif lain" punya banyak pengecualian yang berubah tiap periode, konfirmasikan status kreditmu ke bank penyalur. Kamu juga bisa mengecek rekam kreditmu sendiri lewat SLIK OJK - simak caranya di BI Checking dan cara cek skor kredit.
Dokumen apa yang perlu disiapkan?
Menyiapkan berkas lengkap sejak awal mempercepat verifikasi. Kebutuhan dasarnya:
- KTP dan Kartu Keluarga (KK).
- Izin usaha: NIB, Surat Keterangan Usaha (SKU), atau izin sejenis. Untuk plafon lebih besar, izin yang diminta biasanya lebih formal.
- NPWP: umumnya diminta untuk plafon di atas nominal tertentu.
- Bukti usaha: foto tempat usaha, catatan penjualan, atau dokumen pendukung lain yang menunjukkan usaha benar berjalan.
- Agunan (untuk KUR Kecil): dokumen jaminan seperti sertifikat atau BPKB, bila diminta.
Bagaimana cara mengajukan KUR ke bank penyalur?
KUR tidak diajukan ke pemerintah, melainkan ke bank penyalur yang ditunjuk, seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, dan bank pembangunan daerah. Alurnya secara umum:
- Pilih bank penyalur dan pastikan usahamu masuk kriteria. Bandingkan layanan beberapa bank bila perlu.
- Datang ke kantor cabang atau gunakan kanal daring bank tersebut (beberapa bank menyediakan pendaftaran online).
- Isi formulir pengajuan dan serahkan dokumen: KTP, KK, izin usaha, serta berkas pendukung.
- Survei dan verifikasi. Petugas biasanya meninjau tempat usaha dan mengecek rekam kredit lewat SLIK.
- Analisis kelayakan oleh bank atas kemampuan bayar dan kondisi usaha.
- Persetujuan, akad, dan pencairan dana ke rekeningmu bila lolos.
Baca perjanjian dengan teliti sebelum tanda tangan: nominal, tenor, jadwal angsuran, serta biaya yang mungkin ada. Pastikan angsuran bulanan masih sanggup kamu bayar dari arus kas usaha.
Kenapa bunga KUR jadi keunggulan utamanya?
Daya tarik terbesar KUR adalah bunga rendah bersubsidi yang jauh di bawah kredit komersial maupun pinjaman online. Bagi UMKM, selisih bunga ini bisa sangat berpengaruh pada margin usaha.
Namun penting dipahami: tingkat bunga KUR ditetapkan pemerintah dan bisa berubah setiap tahun. Pernah ada skema di mana peminjam berulang dikenai bunga sedikit lebih tinggi daripada peminjam baru. Karena itu, jangan menganggap satu angka bunga berlaku permanen - selalu cek besaran resmi yang berlaku pada tahun berjalan di portal KUR atau bank penyalur.
Keunggulan lain: untuk KUR super mikro dan mikro, umumnya tidak diminta agunan tambahan, sehingga lebih mudah diakses pelaku usaha kecil yang belum punya aset untuk dijaminkan.
Catatan: Informasi ini bersifat edukasi umum, bukan nasihat keuangan pribadi. Batas plafon, tingkat bunga, syarat, dan daftar bank penyalur KUR ditetapkan pemerintah dan bisa berubah tiap tahun. Selalu konfirmasi ketentuan terbaru ke bank penyalur berizin OJK dan pertimbangkan kemampuan bayar usahamu sebelum berutang.
Kalau usahamu tumbuh berkat KUR, siapkan juga sisi kewajiban lain seperti pajak - pelajari pajak UMKM 0,5 persen sesuai PP 55 agar keuanganmu tetap rapi. Dengan usaha yang jelas produktif, dokumen lengkap, dan rekam kredit yang bersih, peluang KUR-mu disetujui jauh lebih besar.
Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian - Portal KUR (kur.ekon.go.id) dan Otoritas Jasa Keuangan (ojk.go.id).
Pertanyaan yang sering ditanya
Apa itu KUR dan siapa yang bisa mengajukan?
KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah kredit modal kerja atau investasi bagi UMKM yang bunganya disubsidi pemerintah dan disalurkan lewat bank penyalur. Yang bisa mengajukan adalah pelaku usaha produktif dan layak yang usahanya sudah berjalan, seperti pedagang, petani, peternak, pengrajin, dan pelaku jasa skala mikro dan kecil.
Berapa plafon dan bunga KUR?
KUR terbagi menjadi super mikro (nominal terkecil), mikro (menengah), dan kecil (terbesar), dengan batas plafon berjenjang. Bunganya jauh lebih rendah dari kredit komersial karena disubsidi pemerintah. Namun batas plafon dan tingkat bunga ditetapkan pemerintah setiap tahun dan bisa berubah, jadi cek angka resmi tahun berjalan di portal KUR Kemenko Perekonomian atau bank penyalur.
Apakah KUR bisa diajukan jika sedang punya kredit lain?
Secara umum penerima KUR tidak boleh sedang menerima kredit produktif lain dari perbankan, kecuali beberapa pengecualian seperti KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, dan kredit dengan ketentuan khusus. Ketentuan detail berubah tiap periode, jadi konfirmasikan ke bank penyalur sebelum mengajukan.
Referensi resmi
Diakses 21 Juli 2026.