Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi6 menit baca

Cara Jual SBN Ritel (ORI/SR) Sebelum Jatuh Tempo

Cara menjual ORI atau SR di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, risiko capital loss, dan bedanya dengan early redemption SBR/ST saat butuh dana mendadak.

Oleh Rizky Aditya
Daftar isi

Ringkasan: ORI dan SR bisa Anda jual sebelum jatuh tempo di pasar sekunder lewat mitra distribusi, tapi harganya mengikuti pasar. Kalau harga di bawah 100% (par), Anda menanggung capital loss. SBR dan ST tidak bisa diperjualbelikan; satu-satunya jalan mencairkan lebih awal adalah fasilitas early redemption yang dibuka pada jendela tertentu dan dilunasi sesuai nominal. Jadi langkah pertama saat butuh dana mendadak: pastikan dulu seri mana yang Anda pegang.

Banyak orang membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel dengan niat menahan sampai jatuh tempo. Masalahnya, hidup tidak selalu sesuai rencana. Tiba-tiba ada kebutuhan medis, biaya sekolah, atau musibah, dan uang Anda terparkir di ORI atau Sukuk Tabungan. Kabar baiknya, sebagian SBN ritel memang dirancang bisa dicairkan lebih awal. Kabar yang perlu dipahami: caranya berbeda tergantung jenisnya, dan salah satunya bisa membuat Anda rugi. Artikel ini menjelaskan mekanismenya dengan jujur, termasuk risikonya, supaya Anda tidak panik mengambil keputusan.

Apa bedanya ORI/SR dengan SBR/ST soal pencairan awal?

Empat produk SBN ritel yang paling umum dijual pemerintah punya karakter pencairan yang berbeda. ORI dan SR bersifat tradeable (dapat diperdagangkan), sedangkan SBR dan ST bersifat non-tradeable (tidak dapat diperdagangkan).

JenisBisa dijual di pasar sekunder?Cara cair lebih awalRisiko capital loss?
ORI (Obligasi Negara Ritel)YaJual di pasar sekunderYa, kalau harga di bawah par
SR (Sukuk Ritel)YaJual di pasar sekunderYa, kalau harga di bawah par
SBR (Savings Bond Ritel)TidakEarly redemption (sebagian)Tidak, dilunasi sesuai nominal
ST (Sukuk Tabungan)TidakEarly redemption (sebagian)Tidak, dilunasi sesuai nominal

Singkatnya: ORI dan SR fleksibel karena bisa dijual kapan saja, tapi harganya berisiko naik-turun. SBR dan ST lebih aman dari capital loss karena dilunasi sesuai nominal, tapi Anda hanya bisa mencairkan sebagian dan hanya pada jendela waktu yang ditentukan pemerintah.

Bagaimana cara menjual ORI atau SR di pasar sekunder?

Kalau yang Anda pegang adalah ORI atau SR, Anda bisa menjualnya sebelum jatuh tempo lewat langkah berikut:

  1. Lewati masa minimum holding period. Setelah pembelian, biasanya ada periode tertentu sebelum SBN boleh diperdagangkan. Cek memorandum informasi seri yang Anda pegang atau tanyakan ke agen penjual.
  2. Cek harga pasar terkini. Buka platform mitra distribusi (bank atau perusahaan sekuritas tempat Anda membeli, atau agen lain). Harga dikutip dalam persentase terhadap nilai nominal. Angka 100% berarti sama dengan par, di atas 100% berarti premium, di bawah 100% berarti diskon.
  3. Ajukan order jual. Anda menetapkan nominal yang ingin dilepas. Beberapa agen memberi kuotasi harga beli (bid) yang bisa langsung Anda ambil.
  4. Tunggu setelmen. Dana masuk ke rekening Anda mengikuti jadwal setelmen agen, sering kali sekitar T+2 (dua hari kerja). Konfirmasikan estimasinya sebelum transaksi.

Perlu dicatat: tidak semua mitra distribusi aktif menyediakan pasar sekunder yang likuid. Kalau agen tempat Anda membeli tidak melayani jual-beli, Anda mungkin perlu memindahkan kepemilikan atau bertransaksi lewat agen lain. Tanyakan hal ini di awal.

Kenapa bisa rugi? Memahami capital loss dan harga di bawah par

Inilah bagian yang sering membuat investor kaget. Harga obligasi bergerak berlawanan dengan arah suku bunga. Ketika bunga acuan naik, obligasi lama dengan kupon tetap menjadi kurang menarik, sehingga harganya turun di bawah par. Kalau Anda terpaksa menjual saat itu, Anda menerima uang lebih kecil dari nominal awal, dan itulah capital loss.

Contoh gambaran sederhana: Anda memegang ORI senilai nominal Rp10 juta. Kalau harga pasar saat Anda jual adalah 98%, Anda menerima sekitar Rp9,8 juta (di luar kupon berjalan yang menjadi hak Anda). Sebaliknya, kalau bunga acuan sedang turun dan harga menjadi 102%, Anda bisa menerima sekitar Rp10,2 juta dan mengantongi capital gain.

Karena itu, menjual ORI atau SR sebelum jatuh tempo bukan otomatis rugi. Ia bisa untung, impas, atau rugi, tergantung kondisi pasar saat itu. Yang pasti hilang hanyalah kepastian menerima kembali 100% nominal yang Anda dapat kalau menahan sampai jatuh tempo. Istilah seperti par, kupon, dan capital gain bisa Anda telusuri lebih lanjut di glosarium.

Bagaimana kalau saya memegang SBR atau ST?

Untuk SBR dan ST, tidak ada pasar sekunder, jadi Anda tidak akan pernah terkena capital loss. Sebagai gantinya, ada fasilitas early redemption: hak untuk meminta pemerintah melunasi sebagian kepemilikan Anda lebih awal.

Ketentuannya biasanya seperti ini, dan bisa berbeda tiap seri:

  • Dibuka pada jendela waktu tertentu yang diumumkan (umumnya sekitar satu tahun setelah penerbitan, menjelang tanggal tertentu).
  • Hanya bisa mencairkan sebagian, umumnya maksimal setengah dari kepemilikan.
  • Ada batas minimal kepemilikan agar bisa ikut early redemption.
  • Dana dilunasi sesuai nominal, tanpa potongan harga pasar.

Karena jendelanya terbatas, Anda tidak bisa mencairkan SBR atau ST kapan saja. Kalau kebutuhan dana muncul di luar jendela early redemption, dana di SBR/ST praktis terkunci sampai jatuh tempo. Ini alasan penting kenapa dana untuk kebutuhan mendesak sebaiknya tidak seluruhnya ditaruh di instrumen berjangka. Hitung dulu kebutuhan darurat Anda dengan kalkulator dana darurat sebelum mengunci uang di SBN.

Berapa biaya dan pajak saat mencairkan lebih awal?

Ada beberapa komponen yang memotong hasil bersih Anda:

  • Selisih harga jual-beli (spread) dan biaya transaksi. Saat menjual ORI/SR di pasar sekunder, mitra distribusi bisa mengambil selisih atau biaya. Besarnya berbeda antar agen, jadi bandingkan sebelum menjual.
  • Pajak final atas kupon dan keuntungan. Kupon SBN dan keuntungan dari selisih harga dikenai pajak final. Tarif untuk investor ritel domestik umumnya lebih rendah dibanding pajak final deposito. Karena tarif dan aturan bisa berubah, cek ketentuan terkini di sumber resmi pajak sebelum berhitung.
  • Early redemption umumnya tanpa potongan pokok, karena dilunasi sesuai nominal, meski beberapa agen tetap mengenakan biaya administrasi kecil.

Untuk angka pasti yang berlaku hari ini, selalu rujuk memorandum seri dan situs resmi. Anda bisa menelusuri daftar rujukan resmi kami di halaman referensi.

Kapan sebaiknya menjual dan kapan menahan?

Kalau kebutuhan dana Anda benar-benar mendesak, likuiditas mengalahkan segalanya, dan menjual (walau rugi tipis) tetap lebih baik daripada berutang berbunga tinggi. Tapi kalau kebutuhannya bisa ditunda, pertimbangkan dulu: apakah harga pasar sedang di bawah par? Kalau ya, dan Anda tidak benar-benar butuh sekarang, menahan sampai jatuh tempo mengembalikan 100% nominal. Menjual hanya untuk memindahkan ke instrumen lain saat harga sedang jatuh sering kali merugikan.

Sebelum memutuskan, kembalikan ke rencana keuangan Anda secara keseluruhan. Topik seputar pengelolaan portofolio dan produk sejenis bisa Anda baca lebih lanjut di hub investasi.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan nasihat investasi personal; keputusan mencairkan SBN sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda dan, bila perlu, dikonsultasikan dengan pihak berwenang.

Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan (djppr.kemenkeu.go.id), OJK - Sikapi Uangmu (sikapiuangmu.ojk.go.id).

Pertanyaan yang sering ditanya

Apakah menjual ORI sebelum jatuh tempo pasti rugi?

Tidak selalu. Hasilnya tergantung harga pasar saat Anda menjual. Kalau harga di atas 100% (par), Anda justru bisa untung (capital gain). Anda hanya menanggung rugi (capital loss) kalau harga jual di bawah par, yang biasanya terjadi ketika suku bunga acuan sedang naik.

Kalau saya pegang SBR atau ST, bisakah dijual ke orang lain?

Tidak bisa. SBR dan ST bersifat non-tradeable alias tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Satu-satunya cara mencairkan lebih awal adalah lewat fasilitas early redemption yang dibuka pada jendela waktu tertentu, biasanya hanya untuk sebagian dari kepemilikan Anda.

Berapa lama dana cair setelah menjual di pasar sekunder?

Umumnya beberapa hari kerja mengikuti mekanisme setelmen mitra distribusi (sering kali sekitar T+2). Waktu pastinya berbeda antar agen penjual, jadi konfirmasikan langsung ke platform tempat Anda memegang SBN tersebut.

Referensi resmi

Diakses 17 Agustus 2026.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di Investasi