Lewati ke konten utama
Panduan Keuangan
Investasi7 menit baca

Cara hitung bunga majemuk dan kekuatannya

Cara hitung bunga majemuk (compound interest) lengkap dengan rumus, contoh angka, aturan 72, dan perbedaannya dengan bunga sederhana untuk investor pemula.

Oleh Redaksi Panduan Keuangan

Ringkasan: Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung ulang dari pokok plus bunga sebelumnya, bukan cuma dari pokok awal. Rumusnya M = P × (1 + r)^n. Kekuatan utamanya datang dari waktu, jadi makin awal mulai, makin besar hasilnya. Untuk perkiraan cepat berapa tahun uang berlipat, pakai aturan 72 dibagi persen imbal hasil per tahun.

Banyak orang dengar kalimat "biarkan uang bekerja untuk Anda", tapi bingung apa maksudnya secara hitungan. Inti dari kalimat itu adalah bunga majemuk (compound interest): mekanisme di mana keuntungan ikut menghasilkan keuntungan. Albert Einstein sering dikutip menyebut bunga majemuk sebagai keajaiban dunia kedelapan. Kutipan itu sendiri tidak pernah terverifikasi sebagai ucapan asli Einstein, tapi prinsipnya nyata dan bisa dibuktikan dengan angka. Artikel ini membongkar cara menghitungnya langkah demi langkah, supaya Anda tidak cuma percaya, tapi bisa membuktikan sendiri di kalkulator.

Apa itu bunga majemuk dan bedanya dengan bunga sederhana?

Bunga sederhana hanya menghitung bunga dari modal awal (pokok). Kalau Anda taruh Rp 10 juta dengan bunga 6 persen per tahun, Anda dapat Rp 600 ribu setiap tahun, terus segitu, karena dasar hitungnya selalu Rp 10 juta.

Bunga majemuk menghitung bunga dari pokok plus bunga yang sudah terkumpul. Tahun pertama Anda dapat Rp 600 ribu, lalu tahun kedua bunga dihitung dari Rp 10,6 juta, jadi dapat Rp 636 ribu, dan seterusnya. Bunga yang menumpuk itu ikut "beranak".

Perbandingan Rp 10 juta dengan imbal hasil 6 persen per tahun:

TahunBunga sederhanaBunga majemuk
1Rp 10.600.000Rp 10.600.000
5Rp 13.000.000Rp 13.382.256
10Rp 16.000.000Rp 17.908.477
20Rp 22.000.000Rp 32.071.355
30Rp 28.000.000Rp 57.434.912

Di tahun pertama keduanya sama. Tapi di tahun ke-30, selisihnya hampir Rp 30 juta hanya dari mekanisme berbunga, tanpa setoran tambahan satu rupiah pun.

Bagaimana rumus bunga majemuk?

Rumus dasarnya:

M = P × (1 + r)^n

Keterangan:

  • M = nilai akhir (modal plus bunga)
  • P = pokok atau modal awal
  • r = tingkat bunga per periode, ditulis desimal (6 persen = 0,06)
  • n = jumlah periode

Contoh: P = Rp 10 juta, r = 0,06, n = 10 tahun.

M = 10.000.000 × (1 + 0,06)^10
M = 10.000.000 × (1,06)^10
M = 10.000.000 × 1,790847
M = Rp 17.908.477

Cara cepat menghitung (1,06)^10 di HP: ketik 1,06 lalu tekan tombol pangkat (biasanya x^y atau ^), masukkan 10, tekan sama dengan. Kalau tidak ada tombol pangkat, kalikan 1,06 dengan dirinya sendiri sepuluh kali.

Bagaimana kalau bunga dihitung lebih sering dari setahun sekali?

Banyak produk menghitung bunga bulanan atau harian, bukan tahunan. Makin sering bunga dimajemukkan dalam setahun, makin besar hasilnya, walau selisihnya tidak sebesar yang orang kira. Rumusnya jadi:

M = P × (1 + r/m)^(m×n)

di mana m = berapa kali bunga dimajemukkan per tahun (bulanan = 12, harian = 365).

Contoh Rp 10 juta, bunga nominal 6 persen per tahun, selama 1 tahun:

FrekuensimNilai akhir
Tahunan1Rp 10.600.000
Bulanan12Rp 10.616.778
Harian365Rp 10.618.313

Bedanya cuma sekitar Rp 18 ribu antara tahunan dan harian. Jadi frekuensi penting, tapi yang jauh lebih menentukan hasil akhir adalah besar imbal hasil dan lama waktu, bukan apakah dibunga harian atau bulanan.

Bagaimana cara cepat tahu kapan uang berlipat ganda (aturan 72)?

Anda tidak selalu butuh kalkulator. Aturan 72 memberi perkiraan kasar berapa tahun modal jadi dua kali lipat:

Jumlah tahun untuk berlipat = 72 / persen imbal hasil per tahun
Imbal hasil per tahunTahun untuk berlipat (perkiraan)
4%18 tahun
6%12 tahun
8%9 tahun
9%8 tahun
12%6 tahun

Misal reksa dana saham Anda rata-rata 9 persen per tahun, maka modal kira-kira jadi dua kali lipat dalam 8 tahun (72 dibagi 9). Aturan ini perkiraan, bukan angka pasti, tapi cukup akurat untuk imbal hasil 5 sampai 12 persen dan berguna untuk mengukur tawaran "cepat balik modal" dengan cepat di kepala.

Kenapa mulai lebih awal jauh lebih kuat?

Inilah bagian terpenting. Kekuatan bunga majemuk bukan datang dari imbal hasil tinggi, tapi dari waktu. Tahun-tahun terakhir menghasilkan pertumbuhan terbesar karena saldonya sudah besar.

Bandingkan dua orang, sama-sama nabung Rp 1 juta per bulan dengan imbal hasil 8 persen per tahun:

Andi (mulai usia 25)Budi (mulai usia 35)
Setor sampai usia5555
Lama menabung30 tahun20 tahun
Total setoranRp 360 jutaRp 240 juta
Perkiraan nilai di usia 55sekitar Rp 1,49 miliarsekitar Rp 589 juta

Andi cuma setor Rp 120 juta lebih banyak dari Budi, tapi hasil akhirnya hampir tiga kali lipat. Sepuluh tahun pertama Andi tampak biasa saja, tapi tahun-tahun itu yang nanti melipatgandakan diri berkali-kali. Pelajaran praktisnya: mulai sekarang dengan jumlah kecil lebih baik daripada menunggu "punya banyak uang dulu".

Cara paling realistis menyetor rutin seperti ini adalah dengan strategi setoran berkala. Pelajari lebih lanjut di dollar cost averaging (DCA), dan kalau Anda baru mulai, reksa dana untuk pemula adalah instrumen yang paling ramah untuk membiarkan bunga majemuk bekerja otomatis.

Apa yang mengurangi kekuatan bunga majemuk?

Bunga majemuk bisa bekerja melawan Anda atau dikikis oleh beberapa hal. Hitung pakai angka bersih, bukan angka kotor:

  • Pajak imbal hasil. Bunga deposito kena PPh final 20 persen, jadi deposito 5 persen bersihnya jadi 4 persen yang ikut berbunga. Kupon SBN ritel (ORI/SR) kena PPh final 10 persen, lebih ringan. Hitung compounding dari imbal hasil setelah pajak.
  • Biaya produk. Reksa dana punya biaya pengelolaan (expense ratio). Biaya yang tampak kecil, misal 1,5 persen per tahun, ikut tergerus secara majemuk dan menggerogoti hasil akhir dalam jangka panjang.
  • Inflasi. Imbal hasil 6 persen dengan inflasi 3 persen artinya daya beli Anda hanya tumbuh sekitar 3 persen secara riil. Selalu sadari beda antara hasil nominal dan hasil riil.
  • Penarikan di tengah jalan. Setiap kali Anda mencairkan dan memakai keuntungan, Anda memutus rantai berbunga. Membiarkan keuntungan terus terinvestasi (reinvestasi) adalah inti dari compounding.
  • Utang konsumtif. Bunga majemuk juga berlaku pada utang. Cicilan kartu kredit atau pinjaman online berbunga tinggi membuat utang Anda "beranak" dengan cara yang sama, hanya saja melawan Anda. OJK membatasi bunga pinjaman daring konsumtif maksimal 0,3 persen per hari untuk tenor sampai 6 bulan, dan angka itu kalau dimajemukkan sangat memberatkan.

Bagaimana cara menghitung dengan setoran rutin?

Rumus di atas untuk setoran satu kali. Kalau Anda setor rutin tiap bulan (anuitas), rumusnya lebih panjang:

M = A × [((1 + i)^k - 1) / i]

di mana A = setoran per periode, i = bunga per periode, k = jumlah periode setoran.

Untungnya, Anda tidak perlu menghitung manual. Pakai fungsi spreadsheet:

  • Di Excel atau Google Sheets, gunakan rumus =FV(bunga_per_bulan; jumlah_bulan; -setoran).
  • Contoh setoran Rp 1 juta per bulan, imbal hasil 8 persen per tahun (jadi 0,08/12 per bulan) selama 30 tahun (360 bulan): =FV(0,08/12; 360; -1000000) menghasilkan sekitar Rp 1,49 miliar, sesuai contoh Andi di atas.

Tanda minus di depan setoran menandakan uang keluar dari kantong, supaya hasilnya keluar sebagai angka positif.

Kesimpulan

Bunga majemuk bukan trik, melainkan matematika sederhana: M = P × (1 + r)^n. Yang membuatnya terasa ajaib adalah waktu, karena pertumbuhan terbesar selalu terjadi di tahun-tahun terakhir. Tiga hal yang paling menentukan adalah besar imbal hasil, lamanya waktu, dan kedisiplinan untuk tidak menarik keuntungan di tengah jalan. Mulai dari sekarang, sekecil apa pun, lalu hitung selalu pakai imbal hasil bersih setelah pajak dan biaya. Untuk perkiraan cepat di kepala, ingat aturan 72: bagi 72 dengan persen imbal hasil, itu kira-kira berapa tahun uang Anda berlipat ganda.

Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (Sikapi Uangmu, ojk.go.id) dan Peraturan Pemerintah Nomor 91 Tahun 2021 tentang pajak penghasilan atas bunga obligasi.

Pertanyaan yang sering ditanya

Apa rumus bunga majemuk?

Rumusnya M = P × (1 + r)^n, di mana P adalah modal awal, r adalah tingkat bunga per periode (dalam desimal), dan n adalah jumlah periode. Hasilnya adalah nilai akhir setelah bunga ditambahkan ke pokok setiap periode.

Apa beda bunga majemuk dan bunga sederhana?

Bunga sederhana hanya dihitung dari pokok awal sehingga nilainya tumbuh lurus. Bunga majemuk dihitung dari pokok plus bunga yang sudah terkumpul, sehingga pertumbuhannya melengkung naik dan makin cepat seiring waktu.

Apa itu aturan 72?

Aturan 72 adalah cara cepat memperkirakan berapa tahun uang berlipat ganda. Caranya bagi 72 dengan persen imbal hasil per tahun. Contoh imbal hasil 9 persen per tahun, maka 72 dibagi 9 sama dengan 8 tahun untuk modal jadi dua kali lipat.

Kenapa bunga majemuk lebih kuat kalau dimulai lebih awal?

Karena efek berbunga butuh waktu untuk menumpuk. Tahun-tahun terakhir menghasilkan pertumbuhan terbesar, jadi mulai 10 tahun lebih awal sering memberi hasil akhir yang jauh lebih besar meski total setoran lebih kecil.

Apakah imbal hasil investasi kena pajak yang memengaruhi bunga majemuk?

Ya. Bunga deposito kena PPh final 20 persen dan kupon SBN ritel kena PPh final 10 persen, sehingga imbal hasil bersih yang ikut berbunga lebih kecil dari angka kotornya. Selalu hitung pakai imbal hasil bersih setelah pajak.

Referensi resmi

Diakses 27 Juni 2026.

Catatan pentingArtikel ini bersifat edukatif, bukan nasihat keuangan individual. Pertimbangan produk, regulasi, dan suku bunga bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk keputusan besar, konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat atau lembaga resmi yang relevan. Baca selengkapnya di Disclaimer Keuangan.

Artikel terkait di Investasi